Perancangan Motif Batik Modern Berdasarkan Relief Ornamentasi Nadiswara Candi Singosari Malang

Authors

  • Nicholaus Wayong Kabelen Desain Komunikasi Visual, Teknologi dan Desain, Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang, Indonesia
  • Azwar Riza Habibi Teknik Informatika, Teknologi dan Desain, Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31598/bahasarupa.v9i1.1940

Keywords:

Desain Batik, Stilasi Visual, Nadiswara, Kala, Desain Budaya

Abstract

Transformasi relief candi ke dalam motif batik telah banyak dilakukan, namun sebagian besar penelitian masih menekankan adaptasi dekoratif tanpa analisis konseptual mengenai transformasi visual dan makna simboliknya. Penelitian ini bertujuan mengkaji perancangan motif batik modern berbasis relief Nadiswara dan ornamen kepala Kala Candi Singosari Malang dengan menitikberatkan pada proses transformasi morfologi dan reinterpretasi simbolik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif berbasis praktik desain melalui tahapan observasi visual, analisis morfologi bentuk, stilasi motif, serta pengembangan komposisi batik. Landasan teoritis menggunakan pendekatan bahasa rupa dan semiotika visual untuk memahami proses translasi ikonografi sakral ke dalam desain tekstil kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stilasi mengubah elemen relief tiga dimensi menjadi sistem ornamen dua dimensi dengan tetap mempertahankan penanda visual utama seperti kontur ekspresif, ritme dekoratif, dan atribut simbolik. Integrasi ikonografi Nadiswara dan Kala menghasilkan sistem visual khas yang menyeimbangkan simbol proteksi kosmologis dan spiritualitas Siwaistik. Penelitian ini berkontribusi pada kajian desain budaya melalui pengajuan kerangka konseptual pengembangan motif berbasis heritage yang melampaui adaptasi dekoratif menuju reinterpretasi visual dan negosiasi kultural. Temuan ini menegaskan potensi batik sebagai medium revitalisasi warisan arkeologis dalam konteks fashion kontemporer.

References

[1] N. W. Kabelen and F. F. Mauludiah, “Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi,” Citradirga J. Desain Komun. Vis. Dan Intermedia, vol. 4, no. 02, pp. 72–81, Jan. 2023, doi: 10.33479/cd.v4i02.591.

[2] A. Murdihastomo, “ARCA TOKOH DEWA BERSORBAN DI MUSEUM NASIONAL INDONESIA,” Forum Arkeol., vol. 34, no. 1, p. 1, Apr. 2021, doi: 10.24832/fa.v34i1.688.

[3] R. H. Galeswangi, W. D. Nugroho, and D. Y. Wahyudi, “INTERPRETASI AWAL SITUS SRIGADING LAWANG, MALANG,” AMERTA, vol. 40, no. 2, pp. 161–178, Dec. 2022, doi: 10.55981/amt.2022.40.

[4] R. A. Warman, “Mengubah Gambar Sketsa Menjadi Visual yang Menakjubkan : Membangun Dunia Animasi dengan Kecerdasan Buatan,” J. Animat. Games Stud., vol. 10, no. 1, pp. 45–60, Apr. 2024, doi: 10.24821/jags.v10i1.12434.

[5] M. Wardaya, I. W. Mudra, A. A. G. B. Udayana, and I. N. Suardina, “Visual Language of Angling Dharma Relief at Jago Temple,” VCD, vol. 9, no. 1, June 2024, doi: 10.37715/vcd.v9i1.4717.

[6] A. Novrizal, W. Wibawanto, and R. Nugrahani, “Multimedia Interaktif Mengenal Pahlawan Nasional Indonesia,” J. Animat. Games Stud., vol. 8, no. 1, pp. 83–98, Apr. 2022, doi: 10.24821/jags.v8i1.4979.

[7] I. M. O. Pramana Putra, I. G. J. Eka Putra, and B. P. W. Nirmala, “Pengenalan Artefak Museum Gedong Arca Berbasis Mobile Virtual Reality,” Progresif J. Ilm. Komput., vol. 17, no. 1, p. 25, Mar. 2021, doi: 10.35889/progresif.v17i1.570.

[8] N. W. Kabelen, “Story Analysis in Documentary ‘The Waste On The Hills,’” VCD, vol. 8, no. 1, pp. 62–73, June 2023, doi: 10.37715/vcd.v8i1.3530.

[9] F. Nursyeli and N. Puspitasari, “Studi Etnomatematika pada Candi Cangkuang Leles Garut Jawa Barat,” J. Pendidik. Mat., vol. 1, no. 2, 2021.

[10] N. W. Kabelen, “VIDEO ANIMASI PEMBUATAN KAIN PERCA UNTUK TUNA WICARA DENGAN TEKNIK SINGLE SHOT MEDIUM CLOSE UP,” J. Animat. Games Stud., vol. 10, no. 1, pp. 73–90, Apr. 2024, doi: 10.24821/jags.v10i1.12335.

[11] M. T. Endyarto and N. W. Kabelen, “Video Company Profile Sanggar Alam Batik Pasuruan Sebagai Media Informasi,” J. Desain Komun. Vis. Asia, vol. 6, no. 01, pp. 1–13, July 2022, doi: 10.32815/jeskovsia.v5i2.636.

[12] Nugroho, A., & Sachari, A. (2021). Visual transformation of Indonesian batik in contemporary textile design. Journal of Arts and Humanities, 10(6), 45–56. https://doi.org/10.18533/journal.v10i6.2103

[13] Sari, D. P., & Wardono, P. (2022). Batik motif development based on local cultural heritage in creative industry context. Cogent Arts & Humanities, 9(1), 2043152. https://doi.org/10.1080/23311983.2022.2043152

[14] Wijaya, K., & Piliang, Y. A. (2020). Cultural reinterpretation in contemporary Indonesian visual design practice. International Journal of Visual Design, 14(3), 67–78. https://doi.org/10.18848/2325-1581/CGP/v14i03/67-78

[15] Prasetyo, B., & Irfansyah. (2023). Visual semiotics approach in analyzing cultural-based design artifacts. Humaniora, 35(2), 169–180. https://doi.org/10.22146/jh.v35i2.76542

[16] Smith, H., & Dean, R. T. (2021). Practice-led research, research-led practice in the creative arts. Leonardo, 54(4), 415–420. https://doi.org/10.1162/leon_a_02012

[17] Rahmawati, Y., & Sachari, A. (2024). Heritage-based innovation in Indonesian craft design: A visual exploration approach. Journal of Design History, 37(1), 52–66. https://doi.org/10.1093/jdh/epac045

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Kabelen, N. W., & Habibi, A. R. (2025). Perancangan Motif Batik Modern Berdasarkan Relief Ornamentasi Nadiswara Candi Singosari Malang. Jurnal Bahasa Rupa, 9(1), 35–45. https://doi.org/10.31598/bahasarupa.v9i1.1940